Begini Siasat Permata Bank Syariah Bidik Aset Rp 50 Triliun untuk Spin Off

Begini Siasat Permata Bank Syariah Bidik Aset Rp 50 Triliun untuk Spin Off
Begini Siasat Permata Bank Syariah Bidik Aset Rp 50 Triliun untuk Spin Off

Keuangan.id – 23 April 2026 | Permata Bank Syariah (PBS) saat ini mencatat aset sebesar sekitar Rp 37 triliun, masih berada di bawah ambang batas Rp 50 triliun yang menjadi syarat utama untuk melaksanakan spin off. Untuk menutup kesenjangan tersebut, manajemen bank mengusung serangkaian strategi yang menitikberatkan pada diversifikasi neraca serta peluncuran produk baru.

Latar Belakang Spin Off

Spin off merupakan proses pemisahan unit usaha yang memungkinkan perusahaan menciptakan entitas terpisah dengan fokus bisnis yang lebih spesifik. Bagi PBS, langkah ini diharapkan meningkatkan transparansi, memperkuat struktur permodalan, serta menarik investor yang tertarik pada sektor perbankan syariah.

Target Aset Rp 50 Triliun

Target aset Rp 50 triliun dijabarkan dalam tiga fase utama:

  • Fase I: Peningkatan aset melalui penambahan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 8 triliun dalam 12 bulan.
  • Fase II: Akuisisi portofolio kredit produktif senilai Rp 5 triliun.
  • Fase III: Penguatan modal inti lewat penerbitan obligasi syariah dan penambahan ekuitas.

Strategi Diversifikasi Neraca

Untuk menyeimbangkan neraca, PBS menargetkan pertumbuhan pada segmen berikut:

Segmen Rencana Peningkatan
Tabungan dan Deposito +15%
Pembiayaan Konsumer +20%
Pembiayaan Korporasi +25%
Investasi Syariah +30%

Produk Baru

PBS juga akan meluncurkan rangkaian produk inovatif, antara lain:

  • Fintech‑enabled financing dengan platform digital.
  • Produk tabungan berhadiah yang terintegrasi dengan ekosistem e‑commerce.
  • Obligasi sukuk berjangka menengah untuk investor institusional.

Dengan kombinasi strategi di atas, Permata Bank Syariah berharap dapat menutup kesenjangan aset, memenuhi persyaratan spin off, dan memperkuat posisinya di pasar perbankan syariah Indonesia.

Exit mobile version