Keuangan.id – 15 April 2026 | Bank Syariah Indonesia (BSI) mengumumkan ambisinya untuk meningkatkan peringkat pada Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) menjadi level 4 dalam jangka menengah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika persaingan di sektor perbankan syariah serta kebutuhan untuk memperkuat pondasi keuangan perusahaan.
KBMI merupakan ukuran kecukupan modal inti yang menjadi salah satu indikator utama kesehatan bank. Saat ini, BSI berada pada level 3, yang berarti modal inti masih berada di bawah batas minimum untuk level 4. Peningkatan ke level 4 menuntut rasio modal inti minimal sebesar 13,5% dari total aset tertimbang menurut peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Untuk mencapai target tersebut, BSI merencanakan beberapa inisiatif utama:
- Peningkatan Modal Internal: Mengoptimalkan profitabilitas melalui peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya, dan diversifikasi pendapatan non‑interest.
- Penerbitan Instrumen Modal: Menyusun rencana penerbitan obligasi syariah atau sukuk untuk menambah modal inti tanpa mengorbankan likuiditas.
- Penguatan Kepemilikan Saham: Mendorong penambahan modal dari pemegang saham utama serta membuka peluang partisipasi bagi investor institusional.
Selain upaya internal, BSI juga membuka opsi pertumbuhan anorganik, yakni melalui merger, akuisisi, atau aliansi strategis dengan lembaga keuangan syariah lain. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas jaringan cabang, menambah basis nasabah, serta meningkatkan skala ekonomi.
Beberapa potensi langkah anorganik yang sedang dipertimbangkan antara lain:
- Penggabungan dengan bank syariah regional yang memiliki aset dan basis nasabah complementer.
- Akuisisi fintech syariah yang dapat memperkuat kanal digital BSI.
- Aliansi strategis dengan lembaga keuangan internasional untuk memperluas layanan lintas negara.
Para analis menilai bahwa strategi gabungan antara penguatan modal internal dan pertumbuhan anorganik dapat mempercepat pencapaian target KBMI 4. Namun, keberhasilan tetap bergantung pada kemampuan BSI dalam mengelola risiko integrasi, menjaga kualitas aset, serta mempertahankan prinsip syariah dalam setiap langkah ekspansi.
Jika target tercapai, BSI tidak hanya meningkatkan kredibilitasnya di mata regulator, tetapi juga memperkuat posisi kompetitifnya di pasar perbankan syariah Indonesia, yang diproyeksikan terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan produk keuangan berbasis syariah.
