Keuangan.id – 15 April 2026 | PT Bank Sahabat Sampoerna mengumumkan pencapaian target aset sebesar Rp 18,2 triliun pada akhir tahun 2025, sekaligus memperkirakan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 13,44 triliun. Pencapaian ini terjadi di tengah tekanan ekonomi global dan domestik, termasuk fluktuasi nilai tukar, inflasi, serta ketidakpastian kebijakan moneter.
Target aset tersebut mencerminkan strategi ekspansi kredit yang terukur, peningkatan layanan digital, serta diversifikasi portofolio. Bank berfokus pada segmen ritel, UMKM, dan korporasi menengah, dengan harapan meningkatkan kualitas aset dan menurunkan tingkat NPL.
Berikut ringkasan proyeksi keuangan Bank Sampoerna hingga 2025:
| Indikator | 2025 (Proyeksi) |
|---|---|
| Aset Total | Rp 18,2 Triliun |
| DPK | Rp 13,44 Triliun |
| Rasio CAR | >15% |
| Rasio NPL | < 2% |
Untuk mencapai target tersebut, bank mengoptimalkan penggunaan teknologi keuangan, memperluas jaringan cabang digital, serta meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, bank memperkuat manajemen risiko dengan memperketat penilaian kredit dan memantau kualitas portofolio secara real‑time.
Secara makro, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan melambat, namun pemerintah tetap berkomitmen pada stimulus fiskal yang dapat mendukung permintaan domestik. Kondisi ini diharapkan membantu Bank Sampoerna menjaga pertumbuhan aset dan DPK meskipun dihadapkan pada tantangan eksternal.
Dengan fondasi keuangan yang kuat dan strategi yang terarah, Bank Sahabat Sampoerna menargetkan peningkatan profitabilitas dan pangsa pasar pada sektor perbankan Indonesia dalam lima tahun ke depan.
