Keuangan.id – 03 April 2026 | Bank Mandiri (BMRI) resmi mengalihkan kepemilikan PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) kepada PT Danantara Asset Management. Transaksi ini bernilai sekitar Rp 1,025 triliun, menandai langkah strategis dalam restrukturisasi aset keuangan bank.
Berikut rangkaian fakta utama terkait transaksi tersebut:
- Nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp 1,025 triliun.
- PT Danantara Asset Management akan mengambil alih seluruh aset dan liabilitas MMI.
- Penjualan ini merupakan bagian dari upaya Bank Mandiri untuk fokus pada inti bisnis perbankan.
- Proses penyelesaian diharapkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, menunggu persetujuan regulator.
- Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan efisiensi operasional Bank Mandiri.
MMI dikenal sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di Indonesia, dengan portofolio yang mencakup dana pensiun, reksadana, dan produk investasi institusional lainnya. Dengan alih kepemilikan, Danantara Asset Management berpotensi memperluas jangkauan layanan dan memperkuat posisinya di pasar aset alternatif.
Pengalihan ini juga mencerminkan tren konsolidasi di sektor keuangan, di mana lembaga perbankan semakin memfokuskan sumber daya pada lini bisnis utama sambil menyalurkan non‑core assets kepada pemain khusus. Analis memproyeksikan bahwa langkah ini dapat memberikan dampak positif pada rasio modal dan profitabilitas Bank Mandiri dalam jangka menengah.
Regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih harus memberikan persetujuan akhir, dan proses tersebut meliputi peninjauan kepatuhan, penilaian risiko, serta penyesuaian struktural. Hingga kini, tidak ada indikasi bahwa transaksi akan menimbulkan hambatan signifikan.
Secara keseluruhan, penjualan MMI ke Danantara Asset Management menandai babak baru dalam strategi korporasi Bank Mandiri, sekaligus membuka peluang pertumbuhan bagi Danantara dalam mengelola aset investasi skala besar.
