Bank Besar Kompak Buyback Saham di Tengah Tekanan Harga Saham

Bank Besar Kompak Buyback Saham di Tengah Tekanan Harga Saham
Bank Besar Kompak Buyback Saham di Tengah Tekanan Harga Saham

Keuangan.id – 16 Maret 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan akhir-akhir ini, terutama pada sektor perbankan. Sebagai respons, dua bank terbesar di tanah air, Bank Central Asia (BCA) dan Bank Negara Indonesia (BNI), mengumumkan program buyback saham secara bersamaan.

Program buyback yang dijalankan masing‑masing memiliki skala yang berbeda. BCA menargetkan pembelian kembali saham senilai sekitar Rp5 triliun, sedangkan BNI menargetkan Rp905 miliar. Kedua program ini direncanakan akan dilaksanakan dalam jangka waktu tiga hingga enam bulan ke depan, dengan mekanisme penawaran terbuka di pasar sekunder.

  • BCA: Rp5.000.000.000.000
  • BNI: Rp905.000.000.000

Beberapa alasan utama di balik keputusan ini meliputi:

  1. Menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
  2. Meningkatkan laba per saham (EPS) dengan mengurangi jumlah saham beredar.
  3. Mengurangi volatilitas harga saham di tengah sentimen pasar yang negatif.

Dari sisi regulasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur batas maksimum buyback sebesar 10% dari total ekuitas perusahaan dalam satu tahun fiskal. Baik BCA maupun BNI memastikan rencana mereka berada dalam batas tersebut.

Reaksi pasar pun tampak positif. Saham BCA sempat naik 2,3% pada sesi pembukaan setelah pengumuman, sementara BNI mencatat kenaikan 1,8%. Analis menilai bahwa langkah ini dapat menstabilkan harga saham dan memberikan ruang bagi investor institusional untuk menambah posisi.

Ke depan, keberhasilan program buyback akan bergantung pada kemampuan masing‑masing bank dalam mengelola likuiditas dan menyesuaikan pembelian dengan kondisi pasar. Jika berhasil, strategi serupa kemungkinan akan dipertimbangkan oleh bank lain yang menghadapi tekanan harga serupa.

Exit mobile version