Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Menteri Koperasi dan UKM Bahlil Ibrahim menyiapkan strategi penggunaan CNG sebagai pengganti LPG untuk rumah tangga dan usaha kecil. Menurutnya, gas cair alami (CNG) dapat menurunkan biaya energi hingga 40 persen dibandingkan LPG konvensional.
Penggantian ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor LPG, sekaligus menurunkan beban subsidi energi pemerintah. Dengan jaringan pipa gas yang terus diperluas, CNG dapat disalurkan secara langsung ke konsumen tanpa harus melalui proses pengisian ulang berulang.
- Harga CNG diproyeksikan lebih murah karena biaya produksi domestik lebih rendah.
- Penggunaan CNG mengurangi emisi karbon dibandingkan LPG.
- Pengurangan impor LPG berpotensi menghemat miliaran rupiah bagi negara.
Implementasi awal diperkirakan akan dimulai di beberapa provinsi dengan infrastruktur pipa gas yang sudah ada, kemudian akan diperluas ke wilayah lain. Pemerintah berencana memberikan insentif bagi produsen peralatan konversi serta subsidi awal bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.
