Keuangan.id – 02 April 2026 | Jakarta, 1 April 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan disesuaikan dengan dinamika pasar internasional, namun hingga kini belum ada keputusan kenaikan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers daring setelah lawatan resmi bersama Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan.
Rencana Pembahasan Harga Nonsubsidi
Bahlil menjelaskan bahwa proses penentuan harga BBM nonsubsidi masih dalam tahap pembahasan intensif antara Kementerian ESDM, PT Pertamina (Persero), dan badan usaha swasta yang bergerak di sektor distribusi. “Kami akan kembali ke Jakarta, lalu melakukan pembahasan dengan melihat dinamika yang ada,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa bila ada penyesuaian, diharapkan tidak signifikan sehingga tidak memberatkan konsumen.
Stabilitas Harga hingga Awal April 2026
Menurut Bahlil, tidak ada kenaikan harga BBM nonsubsidi maupun subsidi pada awal April 2026. Kebijakan ini sejalan dengan keputusan pemerintah untuk menahan harga di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, termasuk situasi di Selat Hormuz. Pernyataan serupa juga ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menolak rumor bahwa BBM akan naik 10 % pada 1 April 2026.
Faktor Global yang Mempengaruhi Harga
Harga BBM nonsubsidi dipengaruhi oleh harga minyak mentah di pasar internasional, nilai tukar rupiah, serta biaya logistik. Bahlil menekankan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga energi global secara real‑time. “Fluktuasi terus‑menerus menjadi tantangan, namun kami berkomitmen menyelesaikan pembahasan dengan bijak dan wajar,” tegasnya.
Langkah Pemerintah Menghadapi Volatilitas
- Pengawasan ketat atas cadangan BBM, LPG, avtur, dan bahan bakar lain untuk memastikan pasokan cukup.
- Peningkatan koordinasi dengan Pertamina dan pemain swasta guna menyiapkan skema penyesuaian harga yang proporsional.
- Peninjauan kebijakan subsidi secara berkala agar tidak menambah beban fiskal.
- Pengembangan program B50, pencampuran 50 % minyak sawit ke dalam biodiesel, yang dijadwalkan mulai Juli 2026, sebagai upaya diversifikasi sumber energi.
Penolakan Hoaks Kenaikan 10 %
Beberapa unggahan di media sosial menyatakan bahwa Bahlil mengumumkan kenaikan BBM sebesar 10 % pada 1 April 2026. Pemeriksaan fakta oleh lembaga independen menegaskan klaim tersebut tidak memiliki dasar. Gambar yang dipakai dalam postingan ternyata berasal dari dokumentasi operasi bantuan udara, bukan pernyataan resmi pemerintah.
Dengan demikian, hingga saat ini harga BBM nonsubsidi tetap pada tarif yang berlaku, sementara pembahasan lanjutan akan dilaksanakan sesegera mungkin setelah Bahlil kembali ke Jakarta. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi makro sambil tetap responsif terhadap perubahan pasar global.
Kesimpulannya, meski dinamika pasar energi internasional menuntut penyesuaian, kebijakan harga BBM nonsubsidi di Indonesia masih berada pada posisi menunggu keputusan final. Pemerintah menekankan bahwa setiap penyesuaian akan diambil secara hati‑hati, dengan tujuan menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen, industri, dan stabilitas fiskal negara.
