Keuangan.id – 06 Mei 2026 | Austin Reaves kembali menjadi sorotan utama Los Angeles Lakers usai penampilan kurang memuaskan dalam Game 1 melawan Oklahoma City Thunder serta insiden tabrakan dengan Shai Gilgeous‑Alexander yang memicu kekhawatiran cedera.
Tabrakan dengan Shai Gilgeous‑Alexander
Pada pertengahan kuarter ketiga pertandingan pertama babak kedua konferensi barat, Reaves terlibat tabrakan dengan bintang Thunder, Shai Gilgeous‑Alexander. Rekaman memperlihatkan Marcus Smart menolak Shai sehingga menabrak Reaves yang sedang berusaha mengelak. Reaves jatuh ke lantai, memegang dada selama lebih satu menit sebelum kembali ke lapangan. Meskipun ia melanjutkan permainan, dugaan cedera pada otot oblik kiri terkonfirmasi sebagai Grade 2 strain, jenis cedera yang pernah ia alami pada pertandingan 2 April melawan tim yang sama.
Performa Buruk di Game 1
Dalam laga yang berakhir dengan skor 108‑90 untuk kemenangan Thunder, Reaves hanya mencatat delapan poin dari 3‑of‑16 tembakan, termasuk nol dari lima percobaan tiga angka. Selain itu, ia mencatat empat turnover dalam 36 menit bermain. Statistik tersebut menandai persentase tembakan 18,8%, terendah dalam 35 tahun terakhir bagi seorang pemain Lakers yang melakukan minimal 15 percobaan tembakan di playoff.
LeBron James mencetak 27 poin dan enam assist, namun penurunan produksi Reaves menjadi sorotan utama di media sosial. Banyak penggemar menilai bahwa performanya tidak dapat diandalkan di fase playoff, terutama setelah kembali dari cedera.
Dilema Kontrak $21 Juta
Sementara performa di lapangan dipertanyakan, Lakers menghadapi keputusan finansial penting terkait perpanjangan kontrak Reaves. Tim diperkirakan akan menawarkan kontrak sekitar $21 juta per tahun, namun tidak ada penawaran serupa dari tim lain seperti Chicago Bulls, Brooklyn Nets, atau Utah Jazz. Dilema ini menambah beban manajemen dalam menyeimbangkan ruang gaji sekaligus menjaga kedalaman roster.
Reaksi Penggemar dan Media
- Beberapa penggemar menilai Reaves sebagai pemain peran yang baik di musim reguler, namun gagal menyesuaikan diri dengan tekanan playoff.
- Kelompok lain membela Reaves, menekankan bahwa ia baru saja pulih dari cedera dan harus beradaptasi dengan pertahanan agresif Thunder.
- Diskusi di media sosial juga menyentuh soal apakah Lakers seharusnya mengalihkan peran utama ke pemain muda seperti Bronny James.
Prospek Kedepan
Lakers harus mengevaluasi kembali peran Reaves menjelang Game 2. Jika ia dapat kembali dalam kondisi penuh, kemungkinan ia akan mendapatkan lebih banyak menit, terutama mengingat absennya Luka Dončić yang masih menjadi spekulasi. Di sisi lain, manajemen harus menimbang risiko cedera berulang dan dampaknya terhadap strategi jangka panjang.
Dengan tekanan dari pendukung dan media, Reaves berada pada titik krusial dalam kariernya. Kesehatan, konsistensi tembakan, dan kontribusi defensif akan menjadi faktor penentu apakah ia tetap menjadi bagian penting dari rencana Lakers atau akan dipertimbangkan untuk dipindahkan dalam putaran perdagangan mendatang.
Kesimpulannya, Austin Reaves menghadapi tantangan ganda: mengatasi cedera yang mengganggu performa dan menegosiasikan kontrak bernilai tinggi di tengah ekspektasi tinggi dari tim dan penggemar. Bagaimana ia menjawab tantangan ini akan sangat menentukan nasib Lakers dalam perebutan gelar juara.
