Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Industri asuransi marine hull di Indonesia diperkirakan akan terus mencatat pertumbuhan moderat pada tahun 2026 setelah mencatat kenaikan signifikan pada 2025. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan bahwa total premi pada segmen ini mencapai Rp3,65 triliun pada 2025, naik Rp467 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain meningkatnya aktivitas pelayaran, ekspansi perdagangan maritim, serta kebijakan pemerintah yang mendukung modernisasi armada kapal.
Proyeksi Premi 2026
| Tahun | Premi (Triliun Rp) |
|---|---|
| 2024 | 3,18 |
| 2025 | 3,65 |
| 2026 (proyeksi) | 4,00 |
Jika tren pertumbuhan tetap terjaga, premi pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp4,00 triliun, menandakan kenaikan sekitar 9,6% dibandingkan 2025. Pertumbuhan ini dianggap moderat karena masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global serta fluktuasi harga bahan bakar laut.
Faktor Pendukung Pertumbuhan
- Aktivitas Laut yang Meningkat: Peningkatan volume kargo dan frekuensi pelayaran menambah kebutuhan perlindungan aset kapal.
- Regulasi Pemerintah: Kebijakan seperti program modernisasi armada dan insentif pajak bagi perusahaan pelayaran mendorong peningkatan asuransi.
- Inovasi Produk: Perusahaan asuransi memperkenalkan paket perlindungan yang lebih fleksibel, termasuk opsi digital claim processing.
Para pemangku kepentingan diharapkan terus memantau dinamika pasar dan menyesuaikan strategi underwriting serta penetapan tarif agar dapat mengoptimalkan profitabilitas sambil tetap menyediakan perlindungan yang memadai bagi pemilik kapal.
