Keuangan.id – 30 April 2026 | Dalam laga pekan ke-26 Women’s Super League (WSL) yang digelar pada 29 April 2026, Arsenal menorehkan kemenangan telak 7-0 atas Leicester City di Emirates Stadium. Pertandingan yang disaksikan oleh 18.130 penonton itu tidak hanya menambah selisih poin Arsenal dengan pemuncak klasemen, Manchester City, tetapi juga menegaskan posisi Leicester City di zona degradasi.
Arsenal 7-0 Leicester menjadi sorotan utama
Serangan Arsenal dimulai cepat ketika Frida Maanum mencetak gol pada menit ke-25 setelah menerima umpan dari T. Hinds. Dua menit kemudian, Smilla Holmberg menambah keunggulan dengan gol pada menit ke-27, yang kemudian diperkuat lagi pada menit ke-48. Stina Blackstenius mencetak dua gol, masing‑masing pada menit ke-41 dan menit tambahan pertama babak pertama (45+5). Mariona Caldentey menambah satu gol pada menit ke-55, dan Leah Williamson menutup skor pada menit ke-63.
Gol‑gol tersebut membuat Arsenal mendominasi statistik pertandingan, dengan penguasaan bola tinggi serta akurasi tembakan yang jauh melampaui Leicester. Penampilan gemilang penjaga gawang cadangan Leicester, Katie Keane, yang debut di WSL, tetap tidak mampu menahan serangan Arsenal yang tak terbendung.
Implikasi bagi perebutan gelar
Kemenangan ini mengurangi selisih goal difference Arsenal dengan Manchester City dari 13 menjadi 6 gol, sementara jarak poin tetap 8 poin dengan tiga pertandingan yang masih dapat dimainkan. Keberhasilan Arsenal ini datang bersamaan dengan kekalahan Manchester City melawan Brighton pada pekan sebelumnya, membuka peluang bagi Gunners untuk menekan pemuncak klasemen.
Pelatih Arsenal, Renée Slegers, mengungkapkan kebahagiaannya setelah pertandingan: “Saya sangat senang. Kami memang harus menang hari ini, dan kami melakukannya. Yang paling memuaskan adalah melihat kami bermain dengan gaya Arsenal, tidak peduli siapa yang berada di lapangan. Semua orang berkontribusi.” Ia menambahkan bahwa rotasi pemain menjelang laga semifinal Liga Champions melawan Lyon tidak mengurangi kualitas tim.
Situasi Leicester City
Di sisi lain, Leicester City harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka akan finis di posisi terbawah WSL dan harus berjuang di play‑off relegasi melawan tim ketiga WSL 2. Pelatih Leicester, Rick Passmore, menyampaikan bahwa timnya berada dalam kondisi “frustrasi dan kecewa”, namun ia menekankan pentingnya mentalitas yang kuat menjelang pertandingan play‑off. “Kami harus bersatu, baik di dalam maupun di luar lapangan, dan menunjukkan kemampuan terbaik kami,” ujarnya.
Passmore juga menyoroti perubahan taktik setelah kebobolan gol pertama: “Momentum bergeser, dan permainan menjadi soal kepercayaan diri. Kami sempat tampil solid selama 20‑25 menit, namun harus memperbaiki mindset untuk kembali menyerang.”
Statistik dan data pertandingan
- Skor akhir: Arsenal 7 – 0 Leicester City
- Gol Arsenal: Maanum (25′), Holmberg (27′, 48′), Blackstenius (41′, 45+5′), Caldentey (55′), Williamson (63′)
- Assist: T. Hinds, F. Maanum, V. Pelova, O. Smith, Laia Codina, S. Holmberg
- Penonton: 18.130
- Goal difference Arsenal berubah dari -13 menjadi -6
Dengan tiga pertandingan tersisa, Arsenal kini berada di posisi yang menguntungkan untuk mengejar gelar pertama mereka dalam satu dekade terakhir. Sementara itu, Leicester City harus memfokuskan diri pada perjuangan di play‑off untuk menghindari degradasi.
Keberhasilan Arsenal ini menambah ketegangan di puncak klasemen WSL, menandai babak akhir kompetisi yang semakin menarik menjelang penutupan musim.
