Berita  

AJI Palu Tekan Media: Tingkatkan Kesejahteraan Jurnalis Palu Sebelum Krisis Berkepanjangan

AJI Palu Tekan Media: Tingkatkan Kesejahteraan Jurnalis Palu Sebelum Krisis Berkepanjangan
AJI Palu Tekan Media: Tingkatkan Kesejahteraan Jurnalis Palu Sebelum Krisis Berkepanjangan

Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Aliansi Jurnalis Independen (AJI) cabang Palu kembali menggelar aksi publik pada hari Jumat, 1 Mei 2026, menuntut perusahaan media di Sulawesi Tengah agar segera memperbaiki kesejahteraan jurnalis Palu. Demonstrasi yang dihadiri oleh serikat pekerja, mahasiswa, dan aktivis masyarakat sipil berlangsung di depan Kompleks Kantor Gubernur Sulteng serta DPRD Sulteng, menyoroti masalah upah di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) dan ketidakpastian perlindungan kerja.

Survei Kesejahteraan Jurnalis di Palu

Koordinator Divisi Ketenagakerjaan AJI Palu, Elwin Kandabu, mengungkapkan temuan survei internal yang melibatkan sepuluh jurnalis lintas media elektronik, cetak, dan daring. Delapan responden melaporkan bahwa mereka masih menerima gaji di bawah UMP meskipun memiliki pengalaman kerja belasan tahun. Dua responden sisanya memperoleh upah mendekati standar, namun tetap mengeluhkan kurangnya tunjangan sosial dan jaminan kesehatan.

Data survei menegaskan adanya ketimpangan serius antara lama masa kerja dan tingkat kompensasi yang diberikan, menimbulkan risiko penurunan motivasi dan kualitas produksi berita. “Kondisi ini tidak hanya menyentuh aspek finansial, tetapi juga mengancam independensi redaksi,” ujar Kandabu.

Dampak Ekonomi dan Independensi

Ketidakmampuan menerima upah layak memaksa sebagian jurnalis mencari pekerjaan sampingan atau bergantung pada bantuan keluarga. Tekanan ekonomi yang terus meningkat dapat membuka peluang bagi intervensi pihak luar, termasuk iklan yang menuntut penyesuaian konten atau politik yang mempengaruhi agenda pemberitaan.

  • Memenuhi standar upah sesuai ketentuan UMP dan menyesuaikan dengan tingkat pengalaman.
  • Memberikan jaminan sosial yang meliputi asuransi kesehatan, pensiun, dan cuti tahunan.
  • Menyusun sistem pengupahan berbasis beban kerja dan kompleksitas liputan.
  • Pengawasan ketat dari pemerintah daerah terhadap implementasi regulasi ketenagakerjaan di sektor media.

Kondisi Kota Palu: Suhu Rekor dan Tantangan Tambahan

Di tengah sorotan tentang kesejahteraan jurnalis, Palu juga masuk dalam daftar wilayah terpanas di Indonesia dengan suhu mencapai 35,4 °C pada pekan lalu. Cuaca ekstrem ini menambah beban kerja bagi jurnalis lapangan, yang harus tetap melakukan peliputan di luar ruangan dengan risiko dehidrasi dan kelelahan.

Para profesional media mengingatkan bahwa kondisi iklim yang tidak bersahabat menuntut perusahaan untuk menyediakan fasilitas kerja yang mendukung, seperti ruang istirahat berpendingin, air mineral, dan jadwal kerja yang fleksibel selama gelombang panas.

Langkah Selanjutnya

AJI Palu menegaskan bahwa tekanan terhadap perusahaan media tidak akan berhenti sampai semua tuntutan terpenuhi. Koordinator menambahkan bahwa aliansi siap memperluas aksi ke tingkat provinsi dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja serta menyiapkan advokasi hukum bila diperlukan.

Jika perusahaan media tidak segera menanggapi, kemungkinan aksi mogok kerja dan protes massal akan dipertimbangkan untuk menegakkan hak jurnalis. Dengan demikian, kesejahteraan jurnalis Palu diharapkan menjadi prioritas utama demi menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.

Exit mobile version