Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun
Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Keuangan.id – 01 April 2026 | Juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kebijakan kerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp6,2 triliun melalui penghematan kompensasi bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, total pengeluaran BBM masyarakat diproyeksikan berkurang hingga Rp59 triliun.

Implementasi WFH untuk ASN

Mulai April 2026, semua ASN di tingkat pusat dan daerah diwajibkan bekerja dari rumah satu hari dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat. Pilihan hari Jumat didasarkan pada beban kerja yang lebih ringan dibandingkan dengan Senin hingga Kamis, sehingga tidak mengganggu layanan publik.

Airlangga menegaskan bahwa layanan publik tetap akan beroperasi normal, termasuk sektor‑sektor produktif seperti perbankan dan pasar modal yang dapat menyesuaikan pola kerja melalui aplikasi internal masing‑masing.

Pengaturan WFH untuk Sektor Swasta

Penerapan WFH di dunia usaha akan diatur melalui surat edaran Kementerian Ketenagakerjaan, dengan memperhatikan karakteristik tiap sektor. Beberapa sektor layanan publik dan industri strategis dikecualikan, antara lain kesehatan, keamanan, kebersihan, serta bidang energi, air, bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan.

  • Penghematan kompensasi BBM bagi pemerintah: Rp6,2 triliun.
  • Pengurangan total belanja BBM masyarakat: Rp59 triliun.
  • WFH ASN berlaku satu hari per minggu (Jumat) mulai April 2026.
  • Sektor swasta diatur terpisah; sektor strategis dan layanan publik dikecualikan.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menekan belanja energi nasional sekaligus meningkatkan efisiensi kerja tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

Exit mobile version