Keuangan.id – 09 Maret 2026 | AirAsia, maskapai berbiaya hemat terkemuka, resmi meluncurkan penerbangan perdana rute Surabaya–Makassar pada Sabtu, 7 Maret 2026. Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat konektivitas antara Pulau Jawa dan Sulawesi, tetapi juga membuka akses langsung ke tiga provinsi penting di Sulawesi—Sulawesi Selatan, Tengah, dan Tenggara—melalui kota hub Makassar.
Rute baru dan jaringan terintegrasi
Dengan jadwal penerbangan yang beroperasi setiap hari, penumpang dapat menempuh perjalanan dari Surabaya ke Makassar dalam waktu kurang lebih satu jam tiga puluh menit. Sesampainya di Makassar, penumpang dapat melanjutkan penerbangan domestik ke Luwuk (Sulawesi Tengah), Palu (Sulawesi Tengah) dan Kendari (Sulawesi Tenggara) tanpa harus berpindah maskapai. Integrasi ini didukung oleh jaringan AirAsia Group, memungkinkan fly‑thru ke Kuala Lumpur untuk penerbangan internasional.
Impikasi ekonomi dan pariwisata
Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman (Plt.), menegaskan bahwa layanan baru ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses pariwisata, dan membuka peluang bagi pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia. “Konektivitas yang lebih baik akan meningkatkan arus wisatawan domestik dan mancanegara, serta memperkuat pasar bagi produk lokal,” ujarnya dalam konferensi pers pada 9 Maret 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Sulawesi Selatan mencapai 42,5 juta, Sulawesi Tengah 11,6 juta, dan Sulawesi Tenggara 13,3 juta. Angka-angka ini mencerminkan tingginya mobilitas wisatawan dan potensi pertumbuhan sektor pariwisata yang dapat dimanfaatkan melalui rute udara baru.
- Surabaya–Makassar: Menghubungkan dua ekonomi besar, mempercepat distribusi barang dan jasa.
- Makassar–Luwuk, Palu, Kendari: Menyediakan jalur singkat ke tiga provinsi, mengurangi kebutuhan transit darat yang lama.
- Fly‑thru ke Kuala Lumpur: Mempermudah akses internasional bagi penumpang Sulawesi.
Respon pasar dan harapan masa depan
Sejak pengumuman rute, pemesanan tiket menunjukkan tren naik, khususnya dari kalangan pelancong bisnis dan wisatawan yang mencari opsi perjalanan cepat dan terjangkau. Industri pariwisata di Sulawesi diproyeksikan akan mengalami peningkatan kunjungan hingga 15% pada tahun 2027, berkat kemudahan akses udara yang kini tersedia.
Selain manfaat ekonomi, rute ini diharapkan dapat memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia Timur, mengurangi kesenjangan transportasi, dan mendukung kebijakan pemerintah dalam memperluas jaringan transportasi nasional.
Dengan langkah ini, AirAsia menegaskan komitmennya untuk menjadi pionir dalam memperluas konektivitas nasional, sekaligus menyumbang pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
