Keuangan.id – 28 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) pada Senin, 27 April 2026 di Istana Negara, Jakarta. Upacara pelantikan berlangsung serentak dengan penunjukan lima pejabat lainnya, menandai perombakan besar dalam Kabinet Merah Putih.
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Abdul Kadir Karding lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 25 Maret 1973. Masa kecilnya dihabiskan di Sulteng sebelum pindah ke Palu untuk menempuh pendidikan menengah. Ia menamatkan SMA Negeri 2 Palu (1989‑1992) dan melanjutkan studi S1 di Fakultas Perikanan, Universitas Diponegoro, Semarang, lulus tahun 1997. Tak berhenti di situ, Karding meraih gelar Magister Administrasi Publik dari universitas yang sama pada 2009, serta melanjutkan studi doktor Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri pada tahun 2025.
- SMA Negeri 2 Palu (1989‑1992)
- S1 Fakultas Perikanan, Universitas Diponegoro (1997)
- S2 Administrasi Publik, Universitas Diponegoro (2009)
- Doktor Ilmu Pemerintahan, IPDN (2025)
Karier Politik dan Pemerintahan
Karding menapaki dunia politik sejak akhir 1990‑an. Pada usia 26 tahun, ia terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Tengah dan memimpin Komisi E DPRD. Pada 2001, ia menjadi Ketua Fraksi PKB di DPRD Provinsi Jawa Tengah. Kariernya melesat ke tingkat nasional ketika terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2009, mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI. Selama tiga periode, ia menjabat sebagai Ketua Komisi VIII (urusan agama, sosial, pemberdayaan perempuan) lalu dipindahkan ke Komisi VI (perdagangan, investasi, koperasi, BUMN) pada 2012.
Di dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Karding pernah menjabat Sekretaris Jenderal DPP (2014‑2019) serta Ketua Fraksi PKB di DPRD Jawa Tengah. Ia juga aktif memimpin organisasi alumni perikanan Undip (KERAPU) dan sejak 2022 menjadi Ketua Umum Dewan Alumni Keluarga Undip (IKA Undip).
Peran di Kabinet Merah Putih
Pada Oktober 2024, Prabowo menugaskan Karding sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Dalam jabatan tersebut, Karding menekankan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri serta upaya membuka lapangan kerja melalui kerjasama internasional. Namun, pada reshuffle kabinet 8 September 2025, ia digantikan oleh Mukhtarudin. Meski demikian, kesetiaannya tetap terlihat ketika kembali dipanggil oleh Presiden pada 27 April 2026 untuk memimpin Badan Karantina Nasional.
Kekayaan dan Kontroversi
Laporan harta Karding pada 2018 menunjukkan nilai aset sekitar Rp8 miliar. Beberapa sumber menyebutkan nilai kekayaan meningkat menjadi sekitar Rp16,1 miliar menjelang pelantikan. Pada debat Pilpres 2024, Karding sempat menjadi sorotan publik karena tuduhan memberi arahan kepada calon wakil presiden Gibran, namun tidak ada bukti hukum yang menguatkan tuduhan tersebut.
Kehidupan Pribadi
Karding menikah dengan Desiani Puspitaningtyas dan dikaruniai dua anak, Nana dan Sheva. Ia aktif membagikan momen keluarga melalui akun Instagram @abdulkadirkarding, menampilkan sisi manusiawi di balik jabatan publiknya.
Penunjukan sebagai Kepala Badan Karantina Nasional memberikan Karding tanggung jawab mengawasi karantina hewan, tumbuhan, dan produk pertanian, yang menjadi kunci dalam melindungi biosekuritas nasional. Dengan pengalaman legislatif, eksekutif, dan latar belakang akademik yang kuat, Karding diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antar lembaga dan memperkuat prosedur karantina Indonesia.
Pengangkatan ini sekaligus menegaskan strategi Presiden Prabowo dalam memperkuat struktur pemerintahan melalui penempatan figur-figur berpengalaman yang memiliki rekam jejak loyalitas tinggi.
