Keuangan.id – 09 Maret 2026 | Malam Lailatul Qadar, yang disebut dalam Al‑Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, menjadi puncak spiritual umat Muslim di akhir Ramadan. Pada kesempatan langka ini, ribuan jamaah berbondong‑bondong memperbanyak shalat, membaca Al‑Qur’an, dan berdoa memohon ampunan. Namun, keberkahan malam suci dapat tergerus bila terjerat dalam perilaku yang dilarang. Berikut ulasan komprehensif tentang tujuh larangan utama yang harus dihindari serta langkah‑langkah praktis untuk memaksimalkan ibadah pada malam yang penuh rahmat.
Daftar 7 Larangan yang Harus Ditinggalkan
- Berhubungan suami‑istri pada malam Lailatul Qadar – Meskipun hukum Islam tidak melarang secara mutlak, banyak ulama menyarankan mengalihkan fokus pada ibadah dan dzikir untuk memperoleh pahala maksimal.
- Menghabiskan waktu dengan kegiatan tidak bermanfaat – Bermain game, menonton konten tidak islami, atau sekadar begadang tanpa ibadah dapat mengurangi peluang meraih pahala besar.
- Meninggalkan salat malam (qiyam al‑layl) – Salat tahajud dan shalat sunah di tengah malam adalah amalan utama yang sangat dianjurkan.
- Memiliki prasangka buruk kepada Allah SWT – Sikap ragu‑ragu atau meragukan rahmat Allah dapat menodai niat ibadah.
- Berdebat dan bertengkar antar sesama – Konflik hati dapat mengganggu khusyuk dan menurunkan kualitas doa.
- Memfitnah dan menggosip – Membicarakan orang lain secara negatif melanggar etika Islam dan mengurangi pahala.
- Perilaku mabuk‑mabukan atau menggunakan zat terlarang – Keadaan tidak sadar menghalangi konsentrasi dalam berdoa dan membaca Qur’an.
Surat‑Surat yang Dianjurkan Dibaca
Selain melaksanakan larangan di atas, membaca beberapa surat Qur’an secara khusus dapat menambah keutamaan malam:
- Surat Al‑Qadr – mengingatkan nilai malam yang suci.
- Surat Al‑Ikhlas – dibaca tujuh kali dalam setiap rakaat shalat malam.
- Surat Ad‑Dukhan (ayat 2‑3) – menegaskan turunnya Al‑Qur’an pada malam berkah.
Setelah selesai shalat, banyak ulama menyarankan membaca istighfar sebanyak 70 kali, meski sanadnya lemah, namun tetap menjadi amalan tambahan yang bermanfaat.
Strategi Memaksimalkan Ibadah di Sisa Ramadan
Memanfaatkan sepuluh malam terakhir secara optimal memerlukan perencanaan. Berikut langkah‑langkah yang dapat diikuti:
- Persiapan mental – Hindari aktivitas haram di siang hari, karena dosa dapat menghalangi kekhusyukan malam.
- Jadwal ibadah terstruktur – Tetapkan waktu khusus untuk qiyam, tilawah, dzikir, dan doa khusus Lailatul Qadar.
- Keterlibatan keluarga – Bangun bersama anggota keluarga untuk salat berjemaah, sehingga semangat kebersamaan meningkat.
- Mencari malam ganjil – Mengikuti hadis Aisyah, malam Lailatul Qadar paling mungkin terjadi pada malam ganjil 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.
- Doa khusus – Doa “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni” (HR. Ibnu Majah) sangat dianjurkan.
Dengan menggabungkan penghindaran larangan, pembacaan surat‑surat yang dianjurkan, serta strategi ibadah yang terarah, umat dapat meraih keberkahan maksimal pada malam yang diyakini lebih baik daripada seribu bulan.
Kesadaran akan pentingnya menjaga perilaku, memperbanyak amal, dan memusatkan hati kepada Allah SWT pada Lailatul Qadar menjadi kunci utama. Semoga setiap Muslim dapat melewati malam suci ini dengan hati yang bersih, pikiran positif, serta amalan yang penuh khusyu’, sehingga pintu ampunan terbuka lebar dan rahmat Allah melimpah.
