Keuangan.id – 11 Mei 2026 | Turnamen Masters 1000 di Roma telah menjadi ajang bagi Jannik Sinner untuk menulis sejarah dalam karirnya. Pemain tenis asal Italia ini telah memulai langkahnya menuju gelar dengan mengalahkan Sebastian Ofner di babak kedua.
Victory di Roma akan membuat Sinner menjadi pemain kedua setelah Novak Djokovic yang berhasil memenangkan semua gelar Masters 1000. Sinner sendiri telah menjadi pemain yang sangat dominan di tur, dengan memenangkan lima gelar Masters berturut-turut dan hanya kalah dua pertandingan di musim ini.
Performa Sinner di Roma
Di hadapan penonton yang memadati stadion, Sinner dengan mudah mengalahkan Ofner dengan skor 6-3, 6-4. Ia tidak menghadapi break point dalam pertandingan tersebut dan hanya kehilangan enam poin di belakang servis pertamanya. Ini menunjukkan betapa kuatnya Sinner di lapangan.
Sinner sebelumnya telah mencapai final di Roma tahun lalu, tetapi kalah dari Carlos Alcaraz. Kini, ia berharap dapat melangkah lebih jauh dan memenangkan gelar di turnamen ini. Dengan performa yang sangat baik, Sinner menjadi favorit untuk memenangkan turnamen ini.
Dukungan dari Rekan
Lorenzo Musetti, rekan senegara Sinner, memuji kemampuan Sinner dan menyebutnya sebagai pemain yang ‘dua atau tiga langkah di depan’ dari pemain lainnya. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh Sinner di dunia tenis saat ini.
Casper Ruud, pemain lain yang juga berkompetisi di turnamen ini, membela Sinner atas kritik mengenai gaya bermainnya yang dianggap ‘robotik’. Ruud menyatakan bahwa kemampuan Sinner untuk membuat permainan terlihat mudah adalah bukti dari kemampuan yang luar biasa.
dengan dukungan dari rekan-rekannya, Sinner semakin termotivasi untuk mencapai tujuannya di turnamen Roma ini.
Di akhir turnamen, yang terpenting adalah Sinner dapat mempertahankan fokus dan konsistensi permainannya. Dengan demikian, ia dapat mencapai sejarah dan membawa pulang gelar yang sangat dinantikan.











